Pembangunan Kafe Baru di Kawasan Agrowisata Durian Sinapeul

Agrowisata Durian Sinapeul terletak di Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Durian Sinapeul yang dibudidayakan merupakan jenis unggulan yang dimiliki Kabupaten Majalengka, khususnya di Blok Sinapeul, Desa Ujungberung. Pembukaan Agrowisata Durian Sinapeul bertujuan untuk lebih mengenalkan kegiatan budidaya dan produksi durian Sinapeul yang melimpah khususnya di Desa Ujungberung. Namun, promosi mengenai kawasan agrowisata ini masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan jumlah pengunjung yang tergolong sedikit. Salah satu faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan yakni promosi yang masih kurang. Infrastruktur yang ada di kawasan agrowisata juga menjadi salah satu hal yang masih perlu dikembangkan.

Dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung, sejak tahun 2021 pemerintah Desa Ujungberung merencanakan pembangunan sebuah kafe yang memiliki daya tarik dengan menyuguhkan pengalaman makan di bawah pohon durian sambil menikmati pemandangan Gunung Ciremai dan Gunung Jajar. Pengalaman tersebut akan menjadi hal baru bagi para pengunjung. Pembangunan kafe dilakukan di atas lahan berukuran 20 x 30 meter, sedangkan ukuran bangunan kafe dipatok sekitar 4x5 meter. Desain kafe dikonsultasikan oleh pemerintah desa kepada seorang konsultan yaitu Pak Ujang, dimana pihak desa akan memberikan gambaran kepada konsultan tersebut mengenai konsep desain yang diinginkan sesuai dengan tren. 

Sumber: dokumen pribadi

Pengelolaan kafe akan dilakukan oleh pemerintah Desa Ujungberung. Selain itu, para pegawai kafe nantinya merupakan warga Desa Ujungberung dengan adanya organisasi yang terstruktur. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga Desa Ujungberung. Beberapa fasilitas yang akan terdapat di kafe baru ini antara lain adalah coffee shop, gazebo, kamar mandi, serta spot selfie dengan menyuguhkan pemandangan Gunung Ciremai. Selain fasilitas tersebut, kafe juga akan didukung dengan kopi unggulan yang akan diracik oleh barista utama yang tentunya akan menambah nilai jual kafe. Olahan durian yang bervariasi juga akan ditawarkan sebagai menu utama di kafe tersebut. Makanan khas Sunda juga akan menambah variasi menu di kafe, salah satunya yakni nasi liwet. 

Akses jalan menuju kafe masih minim penerangan serta kondisi jalan yang belum mulus. Menurut Kepala Desa Ujungberung, Aris Susanto A. Md., perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan akan dilakukan bertahap setelah pembangunan kafe selesai atau sekitar tahun 2023. 

Permasalahan yang ditemukan pada saat pembangunan kafe yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan pembangunan kafe masih baru sehingga memerlukan perencanaan pengorganisasian yang terstruktur. Sumber daya manusia yang terstruktur dalam organisasi selanjutnya dapat mendukung proses berjalannya kafe. Selain itu, terdapat beberapa bahan yang lumayan sulit untuk ditemukan sehingga memakan lebih banyak waktu. 

Sumber: dokumen pribadi

Kafe ditargetkan selesai setelah 35 hari sejak peletakan batu pertama pada 30 Juni 2022, sedangkan untuk peresmian pembukaannya ditargetkan pada tanggal 17 Agustus 2022. Operasional kafe akan berjalan dari pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Pembangunan yang dilakukan tidak berhenti pada kafe saja namun kedepannya akan dilanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya seperti kolam ikan dan pusat oleh-oleh agrowisata durian Sinapeul sehingga pengunjung tidak akan jenuh. Diharapkan pembangunan yang berkelanjutan ini akan terus dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agrowisata Durian Sinapeul.

“Untuk apa ya, inovasi setiap tahun, jadi supaya tidak jenuh, tahun sekarang ini ada ini tahun berikutnya ini ada ini” ujar Aris Susanto A. Md. (11 Juli 2022). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelajahi Potensi Durian Sinapeul di Desa Ujungberung

Budidaya Durian Sinapeul