Jelajahi Potensi Durian Sinapeul di Desa Ujungberung
Kecamatan
Sindangwangi merupakan salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Majalengka,
Jawa Barat yang memiliki potensi durian lokal sangat baik. Menurut (BPS, 2021)
produksi buah durian di Kecamatan Sindangwangi mencapai 2.440 ton pada tahun
2020. Menurut Data Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura terdapat 55.143 pohon
durian dengan total produksi sebesar 88.899 kuintal pada tahun 2020 di Kabupaten
Majalengka. Potensi durian yang melimpah didukung juga oleh masyarakat yang
aktif dalam mengembangkan komoditas buah durian lokal. Bisa dibilang Kecamatan
Sindangwangi, Kabupaten Majalengka ini disebut sebagai “Surganya Durian”.
Sumber : dokumen pribadi
Desa
Ujungberung menjadi salah satu bagian Kecamatan Sindangwangi yang memiliki
potensi durian dengan ciri khas keunikan. Durian khas Ujungberung lebih dikenal
dengan sebutan “Durian Sinapeul atau Perwira”. Blok Sinapeul dikenal sebagai
sentra buah durian lokal yang memiliki satu – satunya induk pohon durian
perwira tertua tepatnya di rumah salah satu warga bernama Bu Titin. Durian
perwira terkenal akan ciri khas rasanya yang menggoda selera. Secara umum,
bentuk durian perwira memiliki ciri khas warna kulit hijau, kulit tipis, mudah
dibelah dengan daging buah yang berwarna kuning tebal, bau harum yang
menyengat, dan terasa manis. Daging buah yang tebal, manis dan bau harum yang
menggoda inilah seringkali menjadi tujuan pengunjung untuk berburu durian
perwira. Melalui potensi durian yang melimpah mulai dimanfaatkan masyarakat
Desa Ujungberung sebagai pedagang durian. Terlihat pada setiap sudut Desa
Ujungberung selalu ditemui berbagai pedagang yang menawarkan buah durian asli
maupun produk olahan durian seperti pancake, dodol durian, es serut durian, dan
masih banyak lagi. Bahkan, pemerintah desa juga membangun kawasan Agrowisata
Durian Sinapeul dalam mendukung potensi durian di Ujungberung.
Menurut
Pak Atok, salah satu petani durian di Blok Sinapeul mengatakan bahwa durian
perwira sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Sejarah penamaan durian perwira
cukup unik diambil dari peristiwa penjajahan “perwira” yang berarti muda yang
gugur di medan perang. Nama durian perwira makin terkenal setelah memenangkan
kontes durian tingkat kabupaten pada tahun 1948. Pak Atok menuturkan bahwa dulu
kualitas durian perwira sangat baik hingga memenangkan kontes dan mendapatkan
promosi oleh berbagai lembaga pemerintahan. Sayangnya, kualitas durian perwira
makin tahun kian menurun. Pak Atok menambahkan bahwa durian perwira sejak tahun
2006 sampai sekarang mengalami penurunan kualitas serta produksi. Perubahan
iklim, efek globalisasi, maupun modernisasi industri diduga penyebab penurunan
kualitas dan produksi durian. Hal ini juga didukung dengan data (BPS, 2021)
bahwa terjadi penurunan pada tahun 2019 sebesar 2.527 ton menjadi sebesar 2.440
ton pada tahun 2020. Keadaan diperparah dengan pengembangan Agrowisata Durian
Sinapeul yang hampir terbelangkai. Tempat yang justru mampu mendukung potensi
durian di Sinapeul kini tak seramai dulu lagi. Efek pandemi membuat
perekonomian juga terancam, khususnya bagi Agrowisata Durian Sinapeul. Efek
pembangunan yang belum memadai juga mejadi faktor penurunan jumlah pengunjung
pada agrowisata. Pak Atok menuturkan bahwa perlu adanya solusi yang mampu
mengatasi permasalahan penurunan kualitas dan produksi durian serta pembangunan
yang layak pada Agrowisata Durian Sinapeul. “Harapan saya, semoga bisa kembali
pada jaman leluhur saya dimana durian sinapeul itu melimpah dan juga mampu
memperbaiki pembangunan Agrowisata Durian Sinapeul. Peran pemerintah sangat
dibutuhkan dalam mendukung potensi durian sinapul ini” tutur Pak Atok.
Daftar
Pustaka
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. 2022. Kecamatan Sindangwangi Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Majalengka.
Ruriawati,
E. N. (2020). Strategi pengembangan agrowisata durian sinapeul dengan pendekatan interpretative structural modelling (ISM) dalam perspektif ekonomi islam. Jurnal Maps (ManajemenPerbankan Syariah), 4(1), 56-65.

Komentar
Posting Komentar