Budidaya Durian Sinapeul
Desa
Ujungberung merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan
Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Secara administratif, Desa
Ujungberung memiliki 5 dusun/blok yakni Blok Sinapeul, Lojiawi, Desa Lama, Asem
Satu dan Asem Dua. Salah satu potensi yang ada di Desa Ujungberung ialah
durian. Terdapat varietas durian unggulan yang banyak dibudidayakan di Blok
Sinapeul yakni durian Perwira.
Asal-usul
nama durian Perwira yaitu pada awalnya sekitar tahun 1940 an, di daerah
Sinapeul masih banyak tentara Jepang. Pada zaman agresi militer Belanda kedua
tahun 1948 , tentara ini membawa durian dari Sinapeul untuk dikonteskan di
tingkat Kabupaten Majalengka dan memenangkan kontes tersebut. Hingga kini,
durian di Sinapeul terkenal dengan nama durian Perwira. Seiring berjalannya
waktu, banyak yang menyebut durian Sinapeul karena banyak dibudidayakan di Blok
Sinapeul.
Tidak hanya durian Sinapeul yang banyak dibudidayakan di Desa Ujungberung namun juga terdapat durian Sidomba, Bokor, Belimbing, Anting, dan masih banyak jenis lainnya. Tetapi untuk durian sidomba sudah punah, tidak ada generasi selanjutnya. Sedangkan untuk durian jenis lain masih banyak indukannya dan masih dibudidayakan. Ciri khas durian Perwira adalah rasanya terlalu manis, buah duriannya kecil, dagingnya tebal dan memiliki biji yang kecil. Durian Belimbing itu lebih besar dari durian Perwira, dagingnya juga tebal dan warnanya kuning.
Terdapat
perlakuan khusus pada budidaya durian Sinapeul yaitu adanya pemberian pupuk
organik. Pupuk organik diberikan sebanyak tiga kali yakni sebelum menanam
bibit, sebelum panen dan setelah panen. Sebelum penanaman bibit, terlebih
dahulu dibuat lubang sebesar 1 m2 lalu diberi pupuk sebanyak 2 karung dan
dibiarkan selama 2 bulan, setelah itu baru bibit ditanamkan. Dengan perlakuan
khusus ini mala durian dapat panen lebih cepat dan menghasilkan buah yang lebih
banyak setiap tahunnya. Apabila menanamkan bibit pada tahun 2016 dan diberikan
perlakuan khusus maka pada tahun 2021 sudah dapat dipanen. Untuk perlakuan
khusus selanjutnya diberikan pupuk dan semprot daun sebagai penunjang tiap
sebelum panen dan setelah dipanen. Untuk panen setiap tahunnya dilakukan 2 kali
yakni pada bulan Mei dan bulan November-Desember. Pemberian pupuk dapat menambah
nutrisi pada pohon durian. Jika tidak diberikan pupuk setiap akan panen dan
setelah panen maka nutrisi akan lari ke buah dan panen selanjutnya pohon durian
akan mati karena kekurangan nutrisi. Untuk kuantitas panennya tergantung pada
ukuran pohon, dimana semakin besar pohon maka buahnya juga cenderung lebih
banyak. Lama pemanenan juga tergantung pada pemberian pupuk. Bila tanpa
perlakuan khusus, waktu tunggu dari penanaman hingga panen buah bisa menunggu
hingga 12 tahun.
Kesulitan
pada budidaya durian ini yaitu faktor cuaca dan tanah. Meskipun pohon durian
sama-sama ditanam di Ujungberung namun berbeda dusun, misalkan di Sinapeul dan
di Asem Dua, nanti rasa duriannya akan berbeda. Hal ini karena tanahnya sudah
berbeda. Sementara kalau di tanam di Desa Bantar Agung rata-rata gagal karena
di sana tanahnya berbeda, cuaca nya juga lebih dingin dan tanahnya mengandung
banyak air sehingga kurang cocok untuk pertumbuhan durian. Wilayah yang paling
cocok untuk menanam durian yakni di tanah Sinapeul. Pada musim hujan dapat
memperlambat pembuahan karena pertumbuhan bunga akan terganggu sehingga pohon
durian belum berbuah. Biasanya pada bulan Mei pohon durian sudah muncul buah,
tapi sekarang ini pada bulan Juli belum muncul bunga. Untuk lama waktunya dari
berbunga hingga dipanen itu sekitar 5 bulan.
Komentar
Posting Komentar